Showing posts with label FTTM. Show all posts
Showing posts with label FTTM. Show all posts

Monday, October 10, 2016

Travelling 03 - Review Resto Romantis di Kota Bandung yang bernama The Valley

Kali ini pos aku masih bakal bercerita mengenai review tempat yang pernah aku dan si 'ehemm' pacar kunjungi yaa.

Maaf sebenernya bukan travelling sih, tapi gapapa ya kalo aku masukin ke dalam kategori ini biar mudah di temukan di dalam blog aku hehe.

Dulu waktu kita lagi anniv dan kebetulan lagi sama-sama punya rezeki agak berlebih, kami ingin coba sekali-kali ke tempat makan hitz dan romantis di dago pakar Bandung.

Setelah baca-baca review orang, akhirnya decision kita ke resto The Valley ini karna view nya yang indah banget.

Jadi sedikit perkenalan aja mengenai resto ini, The Valley beralamatkan di Jl. Lembah Pakar Timur No. 28, The Valley Hotel. Resto ini buka dari jam 11 siang hingga jam 11 malam. Nomor telfonnya 022-2511450 barangkali kalian ada yang mau reservasi tempat terlebih dahulu.

Btw, kalau kalian belum tau letak dago pakar itu dimana, dago pakar itu letaknya ada di ujung jalan dago. Kenapa di ujung? karna dataran disini lebih tinggi dari dataran yang lain, jadi banyak resto yang didirikan disini sengaja biar dapet view kota bandung yang ciamik.

Jalan menuju ke dago pakarnya pun tidak besar loh (tidak sebesar jalan raya dago), jadi kalau bawa mobil dan kebetulan itu hari libur atau weekend yaa sabar aja kena macet. Jangan lupa juga reservasi tempat dulu yaa, biar jangan udah cape-cape kena macet, eehhhh sampe disana ga kebagian tempat. Sedih nanti :(

Berhubung aku ga sempet foto luar resto ini, jadi aku ambil dari beberapa sumber supaya kalian tau tempatnya kaya gimana yaa

(sumber gambar: http://travelurban.com/wp-content/uploads/2013/08/the-valley-bandung.jpg)


(Sumber gambar: http://rancupid.blogspot.co.id/2012/12/the-valley-bistro-cafe.html)

Gambar diatas adalah tempat parkir resto The Valley pada malam hari.

'
(Sumber gambar: http://rancupid.blogspot.co.id/2012/12/the-valley-bistro-cafe.html)

Dan gambar yang ini adalah pintu masuk menuju resto The Valley.

Kebetulan waktu aku kesana sengaja pilih malam hari buat sok-sok an candle light dinner gitu deh hehehe.

Pada awal masuk resto, suasananya beda banget dari resto-resto yang pernah aku dan Ricky kunjungi, disini pelayannya kaya serasa banyak yang nanyain kita gitu, nunjukin arah, dan seragamnya formal banget. Sebenernya agak risih sih awalnya, karna kita 'mahasiswa' ga biasa diginiin sama pelayan resto. Kita ditanyain berapa orang, mau indoor atau outdoor, pilih tempat outdoor nya yang bagian mana, dianterin sampai ke tempat duduk (padahal aku sama Ricky lama banget nyari spot yang pewe), kursinya di dorongin sama pelayannya, lalu pelayannya sigap banget ngasih menu gitu. Inti nya ya resto mahal kaya gini semua kali ya... Such a new experience buat aku dan Ricky.

Saat lihat menu nya The Valley tuh JENG JENG JENG banget! Ga nyangka harganya mahal diluar ekspektasi soalnya di pikiran aku tuh paling maksimal habis Rp 200.000 buat dua orang. EEHHH disini mah segitu baru bisa buat bayar makan 1 orang doang.

Karna aku ga sempet foto menu nya juga, so aku ambil dari sumber lain yaa...

(This photo of The Valley is courtesy of TripAdvisor)


(This photo of The Valley is courtesy of TripAdvisor)

(This photo of The Valley is courtesy of TripAdvisor)

(This photo of The Valley is courtesy of TripAdvisor)

Setelah pilih-pilih menu, akhirnya aku pesen Beef Four Season, Banana Split dan Ricky pesen Tenderloin Classic kalau tidak salah.

1. Banana Split


2. Beef Four Season

3. Tenderloin Classic

Overall sih makanannya enak dan mengenyangkan banget. Tapiiii, dengan harga segini, kami prefer steak di Congo yang lebih murah dan nuansa romantisnya juga dapet. Oh ya, Congo ini juga ada di dago pakar loh. Kapan-kapan next review travelling nya bakal bahas Congo deh kalo foto-foto lengkap kami saat berada disana ketemu (masalahnya aku cari-cari ga ada, sediihhhhh).

Setelah kenyang makan, kami pun mengabadikan foto-foto kita di The Valley. Maklum, kita bayar mahal disini kan sebetulnya karna view nya hehehe.

1. Foto berdua dengan mencari angle pemandangan yang bagus


2. Foto individuale hehehe



3. Foto pemandangan kota Bandung yang ternyata ga terekam dengan baik di kamera kami :(


4. Foto makanan kami ala-ala candle light dinner gituuuu


5. Pemandangan restoran didepan kursi yang kami duduki


6. Back to foto bersama dengan gaya yang bikin iri jombloers hehehe (maaf)


7. Foto bersama dengan bantuan cahaya penerangan dari lilin


Terakhir, foto aku yang aku anggap bagus (captured by Ricky) hehehe narsis


Setelah mencoba makan disini, akhirnya aku dan Ricky memutuskan untuk tidak kesini lagi sebelum kami mendapat pekerjaan. Karna harga makanan disini sangat tidak ramah untuk kantong mahasiswa :)

Terakhir banget, seperti biasa aku punya cuplikan video singkat tentang kedatangan kami ke The Valley ini.
So, HAPPY WATCHING!!!


Sekian pos blog hari ini, semoga bermanfaat yaa....

Thursday, October 6, 2016

Beauty 03 - Review Makeup: Foundation untuk Kulit Jerawat (ft. elf Acne Fighting Foundation)

Halooooooo

kayanya udah lama banget ga post tentang beauty yaaa hehehe maaf maaf

NAH kebetulan nih sekarang aku baru beli foundation baru khusus untuk kulit berjerawat, yaitu:

e.l.f STUDIO ACNE FIGHTING FOUNDATION

Aku beli foundation ini kebetulan pas nyobain ke store offline nya makeupuccino di Cisangkuy Bandung.

Jadi makeupuccino ini adalah salah satu online store ternama di IG bagi para makeup junkie kaya aku. Saking udah gedenya si online shop ini, si empunya berinisiatif untuk bikin offline store nya di Bandung. WIIHHHHH aku sih seneng banget dengan hal ini.



Ada good news pasti ada bad news dong yaa..

Bad news nya adalah, harga di offline ini lebih mahal dari online nya. But, dijamin masih lebih murah dari yang dijual di mall-mall sih.

Aku bukan endorse an ko, aku beli ini pake uang ku sendiri, jadi review produk ini juga murni atas dasar pemikiran aku sendiri.

Langsung saja cusss melihat perawakan foundation yang aku beli yaa

Tampak Depan:


Tampak Belakang:


Setelah dibuka dari kotaknya:


Bentuknya tube simple gitu

Berikut dari sisi belakang botolnya:


Aku beli foundation ini seharga Rp 138.000. Harga yang cukup merogoh kocek bagi seorang mahasiswa seperti aku huhu

Tapi aku beli ini bukannya asal-asalan, aku liat good review tentang foundation ini di FemaleDaily.com

Foundie ini mengandung Salicylic Acid yang mengclaim bisa menyembuhkan jerawat sekaligus mengcover nya untuk kegiatan sehari-hari.

Terus terang aku baru pake foundie ini sekitar 2-3 kali sih, jadi belum bisa bicara banyak mengenai penyembuhan akan jerawat-jerawat aku. Tapi yang harus digaris bawahi adalah Foundation ini tidak menyebabkan kulitku breakout setelah menggunakannya 

Hal-hal postitif lain yang aku rasakan setelah menggunakan foundie ini adalah:
  1. Formulanya ringan, sehingga cocok untuk kegiatan sehari-hari (lebih ringan dari La Tulipe yang biasa aku pakai)
  2. Coverage nya medium to full. Tapi memang ga se full La Tulipe yang biasa aku pakai
  3. Oil control lumayan bagus bisa sampai 6 jam
  4. Aplikasi pakai jari memudahkan dalam blending si foundie ini
  5. Waterproof
Hal negatif yang aku temukan di foundie ini:
  1. Formula foundie ini cepat oxidize (semakin lama digunakan akan semakin menghitam / tambah coklat)
  2. Harga di online shop 2x harga jual e.l.f di luar negeri (padahal harga aslinya  setara dengan foundation lokal yaitu $6)
  3. Shade yang dijual di indo tidak sebanyak shade yang ada di luar negeri (shade yang aku pakai sekarang adalah Beige)
Kesimpulan:
Foundation ini insyaAllah akan aku habiskan. Akan aku pakai dalam kegiatan sehari-hari.

Apakah akan repurchase?
Belum kepikiran sih. Kalau kebukti bisa menyembuhkan jerawat mah pasti beli lagi! :-)

Berikut DEMO menggunakan foundation elf acne fighting foundation

SEBELUM :



SETELAH (aplikasi menggunakan jari tangan) :


Dengan full makeup maka akan menjadi seperti berikut



Setelah 3 jam pemakaian




Setelah 6-7 jam pemakaian






Dari hasil pemakaian dapat dilihat dengan jelas bahwa semakin lama digunakan coverage nya makin berkurang namun foundation tetap ada di muka (tidak bubar jalan) dan semakin lama juga semakin coklat warna foundationnya (bukti bahwa foundie ini oxidize).

Untuk deep review nya tonton video aku berikut ini: 





Walaunpun aku suka menggunakan foundie elf acne fighting foundation ini, juaraku masih tetap foundation perfect foundation dari La Tulipe dari sisi coverage jerawatnya sih


Tonton juga tutorial makeup jerawat yang menggunakan La Tulipe berikut ini:





Sekian post blog hari ini, SALAM CANTIK! 

Tuesday, October 4, 2016

ITB Part 5 - Kehidupan setelah penjurusan ke Teknik Perminyakan ITB | Semester 3

Semester 3 di ITB itu menurutku adalah awal mula kita merasakan benar-benar menjadi mahasiswa ITB.

Tidak seperti mahasiswa TPB yang sehari-hari mirip sekolah SMA, dalam artian hanya belajar matematika, kimia, fisika, olahraga, b,indo, b,inggris, komputer, dll, kehidupan penjurusan ini bakal merubah 100% kehidupan kita.

Pada awal mula keterima ITB sebagai mahasiswa TPB, tentu pada awalnya kita akan beradaptasi untuk membiasakan diri belajar di ITB dan mencoba mendapat teman selama 1 tahun. Yang saya rasakan, mendekati penjuruan, semakin nyaman diri saya dengan teman-teman di TPB. Intinya TPB sudah menjadi 'comfort zone' saya. Saya merasa apabila sampai lulus kehidupan pertemanan dan perkuliahan saya seperti di TPB maka insyaAllah kuliah di ITB akan saya lalui dengan baik dan bahagia.

Ternyata, pada kenyataannya, di akhir masa TPB, teman-teman dekat kita belum tentu ingin melanjutkan studi di FTTM dengan jurusan yang sama. Hal ini dikarenakan cita-cita masing-masing individu yang berbeda-beda. Dari geng ku, hanya aku yang kekeuh ingin masuk Teknik Perminyakan, temanku Atin dan Zia ingin masuk Teknik Geofisika, temanku Dani dan Wiji ingin masuk Teknik Pertambangan, dan temanku Riri ingin masuk Teknik Metalurgi.

Walhasil, hasil penjurusan menunjukkan bahwa kami diterima masuk di jurusan yang kami inginkan, tidak ada yang terlempar/hal yang tidak diinginkan lainnya.

Alhamdulillah ya pasti dong ya, orang kita keterima di jurusan yang kita inginin dari awal masuk ITB.

Masalahnya adalah...

Di penjurusan ini kita akan mulai adaptasi kedua di ITB. Adaptasi ini berguna bagi kita kurang lebih 3 tahun kedepan hingga kita lulus dari S1 ITB.

Aku jujur aja masuk Teknik Perminyakan tuh ga punya temen deket, temen kenal biasa sih ada, tapi itu aja ga cukup bro.

Perempuan di Teknik Perminyakan angkatan 2012 itu hanya 13 dari 102 mahasiswa yang diterima. Kata orang-orang sih pasti deket lah sama cewe-cewe disini, orang cuma sedikit, pasti saling bersahabat satu sama lain.

Namun kenyataannya tidak demikian

Aku jujur kesusahan untuk berteman dengan perempuan disini. Aku dari masa TPB gatau kenapa lebih nyambung berteman dengan cewe-cewe dari tanah Jawa. Di Teknik Minyak ini rata-rata cewenya berasal dari daerah Jakarta dan Bekasi. Jadi ya dari cara bermain, bercanda, dan bergosip kami berbeda.

Apa masalah jurusan cuma itu saja? masalah pertemanan?

TIDAK

Masih ada yang lain yaitu masalah pelajaran


Pelajaran jurusan itu sangat sangat sangat sangat berbeda dengan penajaran TPB yang walaupun lebih sulit dari SMA tetap bisa kita terka-terka tujuan akhirnya bakal seperti apa.

Di jurusan, terutama jurusan Teknik Perminyakan, aku yakin 100% mahasiswa semester 3 ini belum tau seperti apa materi yang bakal mereka pelajari.

Yuk dibahas aja materinya:

1. Materi dasar Teknik Perminyakan yang kode depannya TMxxxx seperti Fluida Reservoir dan Petrofisika. 
Mata kuliah dasar TM ini benar-benar harus kalian pelajari dengan baik untuk bekal di tahun ketiga dan tahun keempat, juga bagi kalian yang minat mengikuti Smart Competition (Seperti lomba cerdas cermat gitu, tapi tentang teknik perminyakan). Mata kuliah ini mengandung praktikum di dalamnya, praktikum dilakukan seminggu sekali, namun cukup menguras waktu dan tenaga pada saat mempersiapkan Tugas Pendahuluan, Tes Awal (15 menit sebelum masuk), dan Laporan praktikum.
Jika kalian tidak lulus praktikum, maka otomatis kalian tidak akan lulus pada mata kuliah ini. Serta, Tes Pendahuluan, Tes Awal, dan Laporan Praktikum harus kalian selesaikan dan dinyatakan lulus (untuk Tes Awal) sebaik mungkin jika kalian ingin dinyatakan ikut praktikum.
Sebenernya pelajarannya asik, praktikum juga asik, cuma embel-embel praktikumnya itu yang agak menyebalkan bagi mahasiswa baru.
Dulu sih kalo ga lulus tes awal bakal disuruh ngulang minggu depan (which is jadi useless kita datang praktikum pada minggu ini, dan kita jadi lebih lambat dari teman-teman yang lain), namun sekarang sudah diganti jadi dikasih tugas yang lebih banyak pada bagian laporan bagi orang-orang yang Tes Awalnya mendapat nilai kecil.
Senangnya menjadi angkatan-angkatan TM yang sekarang ini.

2. Mata kuliah yang mendukurng mata kuliah Teknik Perminyakan dari pejaran Teknik Kimia (yang kodenya TKxxxx) dan Teknik Geologi (yang kodenya GLxxxx)
Ini lumayan cukup penting loh, untuk memahami pelajaran TM di tingkat 3 dan 4. Seperti yang dari Teknik Kimia yaitu pelajaran Termodinamika dan Pengantar Peristiwa Perpindahan (include mekanika fluida di dalamnya) pelajaran ini berguna jika sudah masuk-masuk ngomongin perpindahan fluida oil/gas dari reservoir ke sumur hingga ke permukaan atau dalam kata lain proses produksi oil/gas.
Nah kalau yang dari Geologi seperti Geologi Fisik (aka Geologi Dasar yang include praktikum di dalamnya) dan juga mata kuliah Sedimentologi dan Stratigragi yang include praktikum Lab sedimen juga di dalamnya, pelajaran ini berguna bagi kita untuk mengenal Geologi minyak/gas secara garis besar (tidak sedetail geologi memang, tapi at least kita ga akan bego banget jika diajak ngobrol sama orang geologi mengenai batuan sekitar lapangan minyak kita).
Praktikum Geologi ini terkenal rese banget karna tugas nya yang banyak (inget tugasnya! praktikumnya sebenernya ga susah karna cuma berisi pengenalan dan cara pengerjaan tugas yang harus dikumpulin minggu depannya aja huhuhu).
Oh ya, anak Teknik Perminyakan biasa tergolong agak gabisa Geologi loh guys, gatau kenapa terkenal seperti ini. Logika kita jarang nyambung dengan logika geologi hehehe.

3. Mata kuliah lain pendukung seperti dari Matematika (MAxxxx), Elektro (ELxxxx), Informatika (IFxxxx), dan Teknik Mesin (MSxxxx)
Sebenarnya bagus untuk dipelajari, seperti matematika statistik untuk olah data, matematika numerik untuk bikin logika perhitungan di komputer, teknik mesin untuk mekanika dalam pelajaran pemboran, teknik informatika untuk belajar buat software pake bahasa C/C++, dan Elektro untuk bikin model-model rangkaian elektro gitu.
Pelajaran ini bukannya ga baik, bagus banget sebenarnya bagi yang berminat dan punya skill disini, tetapi menurut pendapatku pribadi, pelajaran poin 3 tidak sepenting pelajaran poin 1 dan 2 yang mewajibkan anak Teknik Perminyakan untuk mengerti banget disini.
Oh ya di pelajaran Statistik, Numerik dan Informatika ada praktikumnya juga seminggu sekali loh.

Lumayan berat kan??

Menurutku sih berat banget!!

Karna apa?

1. Karna aku ga punya teman deket untuk tempat belajar dan sharing info
2. Karna pelajarannya baru-baru dan rata-rata ada praktikumnya (sumpah waktu weekend aja bisa penuh buat ngerjain PR dan laporan-laporan)
3. Karna ada Osjur juga pada semester 3 ini. Bayangin aja, osjur kan ga nentu kapan dipanggil abang/kaka nya untuk kumpul. Pas kumpul itu pasti ada spek yang harus dibawa, naahhh aku yang rumahnya jauh ini jadi korban buat bawa spek dari pagi kuliah hingga malam osjur. Cape punggung adek ini bang :-(
4. Ini penting ga penting sih. Di jurusan udah ga ada deh yang namanya bimbel-bimbel. Jadi kudu, wajib, harus mencoba belajar sendiri. Untuk ukuran anak kaya aku yang biasa nunggu diajarin, belajar pake slide atau cukup pake buku catetan sendiri aja, dijamin di jurusan ga akan bisa survive kalo masih manja begini.



Di semester 3 ini, IP ku turun. Dari turun-temurun memang mayoritas pasti turun sih di semester 3 ini karna memang medan kuliahnya yang berat banget!

Ya masalah adaptasi teman baru, adaptasi pelajaran, osjur, praktikum+tugasnya yang seabreg. 

Belum lagi yang rumahnya jauh kaya aku, harus bawa barang-barang osjur dari pagi kuliah, terus diem di ITB hingga nungguin malam tiba, karna osjur biasanya malam. Pulang ke ujungberung baru jam 9 atau 10 malam. Kadang aku dijemput ayah, karna juga memberanikan pakai motor sendiri. 

Memang harusnya ada teman cowo seangkatan yang nganterin pulang kerumah, tapi aku sungkan kalo minta terus, jadi ya hanya sekali dua kali mereka nganter kerumah. Kasian mereka juga yang nganter aku pasti cape kan yaa.

Kalo kalian introvert, ga terlalu pinter-pinter amat kaya aku, dan ga terlalu passion tentang dunia perminyakan juga kaya aku. Semester 3 ini akan berat banget guys...

1. Jujur aku nangis tentang pelajaran-pelajaran yang aku ga ngerti kalo belajar sendiri, aku takut banget kalo ngulang. (FYI mata kuliah yang sering banyak yang ga lulus itu yang dari Teknik Kimia)
2. Jujur aku ga betah sama rentetan acara Osjur. Bagusnya Osjur itu buat ngelatih dekat dengan teman seangkatannya. Namun bagiku, aku tipe orang yang ga supel, untuk hidupku, aku hanya butuh beberapa teman saja asalkan benar-benar loyal satu dan yang lainnya. Ini yang jelek sih menurut aku, ini awal mula kenapa aku ga nyaman sama temen-temen TM hingga pada saat ini aku cuma deket sama geng kecil aku aja.
But, poin 2 ini udah aku lupakan sejak aku ikut kegiatan lain diluar ITB, menemui orang-orang baru selain mahasiswa Teknik Perminyakan. Aku merasa 'alive' lagi menjadi manusia yang dianggap 'ada' mungkin saat aku berada di akhir semester 5 hingga semester 8 (I will tell you on my next article) :)
3. Jujur semester 3 ini ga balance banget hidupnya. Semua serba hectic hingga akhir semester. Hal ini gabungan dari tugas, osjur, kuliah, ga punya temen, dll.

Dari poin diatas, aku rasanya udah muak sama TM. Aku ngerasa disini bukan tempatku. Tapi kalo aku mau ngulang SNMPTN lagi, bagaimana dengan semua uang yang sudah dikeluarkan orang tua aku? Mereka bukan orang kaya, mereka banting tulang untuk mendapatkan uang.

Jadi, pada akhir semester 3, setelah osjur selesai, teman sudah dapat beberapa tapi memang blm dekat banget, sudah tau sedikit dan mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan TM, akhirnya, aku sampai pada kesimpulan "yang penting terus bertahan disini untuk bikin ayah-ibu bangga, gapapa gausah jadi anak menonjol, tetapi aku harus bisa lulus".

Sekian pos blog dari aku hari ini.

Semoga membantu kalian.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya yang akan mulai bercerita tentang bangkitnya diriku dari masa terpuruk bersekolah di TM ITB.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Monday, September 26, 2016

ITB Part 4 - Penjurusan di FTTM ITB / Apa itu kuesioner jurusan di FTTM ITB


Saat TPB, kalian akan diminta rektorat untuk mengisi 2-3 kali kuesioner penjurusan. Di kuesioner ini kalian bakal dilihat kekonsitenannya dalam memilih jurusan sesuai minat kalian masing-masing. Kuesioner yang paling menentukan itu biasanya kuesioner terakhir, karna disini kalian sudah fix dalam menentukan jurusan pilihan kalian dan diharapkan tidak menyesal lagi dengan jurusan yang nanti bakal kalian terima.

Kalian nanti akan ditempatkan pada jurusan sesuai dengan prioritas yang kalian isi di kuesioner dan juga dilihat dari IPK TPB kalian.

Misal nih, untuk kuesioner penjurusan aku secara konsisten milih:
1. Teknik Perminyakan
2. Teknik Pertambangan
3. Teknik Geofisika
4. Teknik Metalurgi

Nah misal IPK TPB aku 3.00 dan ternyata IPK minimal untuk memasuki Teknik Perminyakan itu 3.20, otomatis aku akan dioper ke jurusan yang lain, bisa tambang, geofisika, atau metalurgi.

Kenapa bisa tambang, geofisika, atau metalurgi? Ko ga turun ke prioritas 2 dulu, lalu ke 3, lalu ke 4?

Jawabannya yaitu karna bisa jadi ada yang milih tambang atau geofisika atau metalurgi sebagai pilihan 1 dengan IPK yang sama dengan kalian, otomatis merekalah yang diprioritaskan masuk masuk jurusan tersebut.
Jadi kalian harus agak bersiap-siap ditempatkan di jurusan manapun kalau IPK kalian agak pas-pas untuk bisa masuk ke jurusan yang kalian inginkan. Pandai-pandailah memilih jurusan selain melihat minat, kalian juga harus melihat kemampuan diri kalian sendiri.

Untuk itulah dibutuhkan kerja keras selama TPB untuk memasuki jurusan yang kalian inginkan, terutama jika jurusan tsb adalah jurusan favorit mahasiswa baru.

Tips-tips untuk melewati masa TPB dengan gemilang ada di link ini How To Survive TPB :)

Nah bagi kalian yang belum bisa memasuki jurusan yang diinginkan karna masalah IPK, tenang saja jangan khawatir.

Aku punya cerita, waktu angkatan 2012 penjurusan, ranking 1 jurusan ditempati oleh Teknik Minyak dengan IPK minimum 3.4x, ranking 2 jurusan Teknik Geofisika, ranking 3 itu kalo ga Teknik Tambang ya Teknik Metalurgi (aku agak lupa). Dulu, ada salah satu temenku yang ingin banget ke Minyak/Tambang, tapi akhirnya di malah merasa agak terbuang karna masuk Metalurgi yang dia pilih sebagai peringkat 4 di kuesionernya. Temenku itu agak kecewa dengan hasilnya.

TERNYATA....

Setelah dijalani, di tahun 2016 harga minyak turun hingga setengah harga minyak 2012, industri minyak kacau balau hingga jarang sekali ada perekrutan.

Jurusan Teknik Perminyakan dan Teknik Geofisika yang notabene sangat berkaitan erat dengan industri Oil and Gas lambat laun makin kehilangan peminat.

Oleh karenanya, di TPB angkatan 2015 Teknik Metalurgi lah yang ranking 1. Dan untuk abang-kakak Metalurgi angkatan 2012 pasti senang sekali mereka memasuki jurusan yang saat mereka lulus kesempatan bekerja terbuka luas, apalagi untuk yang memilih Metalurgi sebagai peringkat 1 dari jaman TPB (Aku juga sebenernya ikut iri dengan mereka saat menulis ini loh hiks).

Jadi, semua pasti ada hikmahnya, yakinlah keputusan Allah yang menurut kalian jelek ternyata sangat baik untuk kalian di kemudian hari nanti. Yang penting, tugas kita semua sbg manusia di masa sekarang 'present day' adalah  melakukan yang terbaik yang kita bisa dan jangan lupa untuk terus berdoa  :)

Note: saran diatas termasuk untuk aku yang setelah lulus ini merasa sulit mendapat pekerjaan, pasti sedang disiapkan yang terbaik untuk aku oleh Allah, just wait and see hehehe

Oh ya ini ada ringkasan singkat untuk yang ingin tau jurusan-jurusan FTTM secara garis besar:
1. Teknik Perminyakan: Belajar apa itu minyak dan gas, belajar batuan tempat minyak berada, belajar bagaimana estimasi jumlah minyak/gas dibawah permukaan, belajar bagaimana cara membuat sumur untuk memproduksi minyak/gas, belajar bagaimana cara produksi minyak/gas yang efektif dan menguntungkan perusahaan dalam masa kontraknya, dan belajar bagaimana cara meningkatkan produksi saat dirasa ada masalah pada sumur seperti sumur tersumbat atau minyak/gas nya sudah mau habis.
2. Teknik Geofisika: Hampir sama seperti Geologi, disini belajar bagaimana caranya identifikasi bawah permukaan dan permukaan bumi, khususnya untuk menemukan cadangan minyak/gas bumi, bedanya dengan geologi adalah cara menelitinya. Geofisika meneliti bumi dengan instrumentasi/alat yang ada hubungannya sama fisika gitu (Kaya gelombang, getaran, dsb)
3. Teknik Pertambangan: intinya sama kaya minyak sih, bedanya barang yang mau diproduksi bukan berupa fluida tapi padatan (emas, batubara, mineral, dll). Tapi, karna yang mau diproduksi berbeda fasa inilah yang membuat pelajaran kami lumayan berbeda jauh hehe.
4. Teknik Metalurgi: Belajar bagaimana cara mengubah barang tambang mentah bisa menjadi barang yang siap pakai/siap dijual. Jadi disini lumayan banyak kimia nya (Kaya cara ekstraksi, cara memurnikan, cara menghaluskan, dsb)

Sekian post blog hari ini, semoga berguna yaa bagi kalian.

Post selanjutnya insyaAllah akan bertemakan ttg Ospek, Organisasi, dan pelajaran serta gaya belajar di Teknik Perminyakan.





Wednesday, September 21, 2016

ITB Part 3 - Cara Lulus Tahun Pertama Bersama TPB FTTM ITB (How to survive + Tips and Trik)

Hari ini aku mau cerita bagaimana caranya aku bisa survive TPB di FTTM ITB sehingga bisa masuk jurusan Teknik Perminyakan.



FYI, pada saat jamanku TPB, yaitu tahun 2012/2013, Teknik Perminyakan menduduki peringkat 1 paling diminati di FTTM karna waktu itu harga minyak masih tinggi dan banyaknya peluang bekerja di industri migas.

Saat aku masuk TPB, targetku dari awal sebenernya ada 2, yaitu kalo ga masuk Teknik Perminyakan ya Teknik Pertambangan lah. Karna pada masa itu aku ga terlalu tau banyak jurusan teknik Metalurgi dan teknik Geofisika.

Dan pada masaku juga, melihat kaka-kaka 2011 yang baru selesai penjurusan, ternyata peringkat 1 itu Teknik Perminyakan dan peringkat 2 Teknik Pertambangan.

Well, melihat dari kemampuanku yang ga jago fisika, sepertinya bakal sulit nih melewati TPB untuk penjurusan. Targetnya itu loohhhh, target sejuta umaattt. Persaingan ketat coyyy lawan anak FTTM lainnya. Belum lagi sama anak SNMPTN Tulis yang terkenal sangaaatttt pintar.

Tapi ternyata setelah melalui masa TPB selama 1 tahun, nilai rapotku ga mengecewakan ko. Dari mulai pengumuman IP semester 1 aku udah mulai yakin bakalan bisa masuk Teknik Perminyakan.

LAH KO BISA? KATANYA AKU GABISA FISIKA KAN? ITB KAN FISIKANYA SUSAH BANGET GITUUUU.......

(sumber gambar: http://www.fttm.itb.ac.id/?page_id=112)

Jadi, untuk melewati mata kuliah TPB diatas, ada tips and trik nya sodara-sodara sekalian.

1. Kalo ga bisa-bisa banget matematika/kalkulus, fisika, dan kimia, gausah menargetkan A, tapi  AB aja yaa
2. Usahakan dapat nilai A di mata kuliah lain selain yang di poin 1. Soalnya Olahraga, Bahasa Inggris, Karya Tulis Ilmiah, KPIP, SAS, dan PTSB itu insyaAllah bisa aku bilang mudah asal kalian sering masuk, absen, ikut kuis, tes, UTS, dan UAS. Paling-paling aku agak kesulitan sedikit di PTI sih hehehe soalnya aku gaptek.
3. Rajin-rajin ikut praktikum fisika dan kimia, jangan sampe kelewatan ngumpulin laporannya yaa
4. Selalu belajar dari buku-buku latihan soal TPB berikut:
(Bundel Soal Gamais)

(Soal dan Pembahasan buatan Himpunan Fisika dan Matematika ITB)

5. Kalau kalian suka buku, gausah beli, di perpus pusat banyak kooo. Tapi usahakan pinjem jauh hari sebelum UTS atau UAS, karna saat itu sudah ludes semua dipinjem mahasiswa TPB

Buku yang PENTING untuk TPB:
1. Fisika = Haliday
2. Kalkulus = Purcell
3. Kimia = Brady

Tapi yang JITU buat saya yaitu:
SLIDE PRESENTASI DOSEN DI KELAS UNTUK MATA KULIAH APAPUN HEHEHE

(Soalnya saya malas baca buku, jadi cuma pakai slide dan buku latihan soal aja, btw ini jelek yaa, jangan ditiru terutama bagi kalian yang suka konsep pelajaran)

6. Poin ini merupakan POIN terjitu untuk ngerti pelajaran TPB:

LES PRIVAT TPB

Les ini biasanya banyak diminati oleh mahasiswa baru dari kalangan Bandung dan Jakarta saja dikarenakan sudah biasa les dari jaman SMP dan SMA. Setau saya sih kalau anak Jawa atau daerah lain itu biasa belajar sendiri.
Saya akui anak-anak yang biasa belajar sendiri dari SD atau SMP itu keren.

Oh ya, harganya mayan mahal, jadi kalau kalian mau les, cari tau dulu mana yang termurah diantara yang mahal itu.

Pastikan yang mengajar adalah betul-betul mahasiswa ITB yaaa.


7. Sebisa mungkin kalian minta file-file pelajaran ke kaka tingkat kalian di SMA


Karna insyaAllah bakal berguna banget. Apalagi kalo ada PR dan Tugas bekas kaka tingkat kalian. Kemungkinan bisa dijadikan referensi bagi kalian.

REFERENSI YAA. BUKAN DICONTEK!

Karna kalau ketauan nyontek mati aja deh, ngulang nanti TPB nya.

8. Pastikan kalian mempunyai teman dekat, karna kalau ga ada teman dekat kalian kemungkinan besar telat untuk tau info-info kelas dan ga ada teman untuk belajar bareng mendekati UTS dan UAS

(dari kiri ke kanan: Riri, Atin, Ratu, dan Dani)

Sekian tips and trik melalui masa TPB ITB agar bisa masuk jurusan favorit kalian.

InsyaAllah jika diikuti bakal dapat IP yang tidak mengecewakan.

Oh ya, kalau IP>3.5 bakal dapat sertifikat penghargaan dari dekan loh, dan kalau IP=4 dapat sertifikat yang berbeda serta uang sebesar Rp. 500.000

Namun sayang IP saya tidak pernah 4 sodara-sodara sekalian hehehe


Sebenarnya tidak ada tantangan yang begitu berat selain fisika di TPB ITB menurut saya.

Karna kelemahan saya disana.

Semua orang pasti punya kelemahan yang berbeda bukan?

Yang terpenting adalah bagaimana cara berusaha keras melawan kelemahan kita tersebut untuk menjadi seseorang yang berhasil.

Saya pun  begitu, saya belajar giat dalam mata pelajaran Fisika tersebut, namun alhamdulillah kerja keras saya terbayarkan.

Bagi sebagian besar mahasiswa ITB, masa TPB adalah masa paling bahagia.

Dan saya membenarkan hal itu.

Perjalanan saya sebagai mahasiswa mulai terasa berat saat saya memasuki masa jurusan.

Dan untuk hal ini akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Sekian pos blog hari ini :)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Berikut tambahan saja, nanti di semua fakultas ITB bakal disuruh bikin jaket angkatan oleh kaka-kaka himpunan, biasanya di semester 2.

Ini berarti kalian udah mau mulai OSJUR

Jaket Angkatan adalah identitas kalian biar bisa diketahui oleh kaka-kaka himpunan bahwa kalian adalah mahasiswa TPB Fakultas XXXX (Isi sesuai fakultas kalian hehe)

GOOD LUCK, SELAMAT BELAJAR



Wednesday, September 14, 2016

ITB Part 2 - Pre Mahasiswa Tahun Pertama FTTM ITB [MATRIKULASI]

Melanjutkan cerita dari ITB Part 1, disini aku bakal cerita bagaimana perjalanan hidupku setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa FTTM.



Setelah pengumuman SNMPTN Undangan, siswa-siswa yang dinyatakan diterima mulai mengurus registrasi mahasiswa baru. Seingatku hari nya bertepatan dengan siswa-siswa lain yang melakukan tes SNMPTN Tulis. Hal ini dilakukan agar tidak ada siswa yang keterima double di kedua SNMPTN tersebut.

Hal-hal yang dipersiapkan antara lain (seingatku aja ya):
1. Ijazah/SKL yang di legalisir
2. Rapot asli SMA 
3. Bukti pembayaran
4. Hasil tes medical check up dan tes buta warna
5. Sertifikat prestasi (kalau punya, saya kebetulan ga punya hehe)

Dulu, jamanku di tahun 2012, pembayaran ITB mulai menjadi biaya persemester Rp. 5.000.000 berapapun SKS yang diambil dengan uang pangkal sebesar Rp. 55.000.000. Namun untuk uang pangkal ini bisa meminta keringanan ke rektorat ITB kok, mulai dari Rp. 0, kelipatan Rp.11.000.000, hingga bayar full.

Kalau saat ini, setahu saya ITB sudah tidak ada uang pangkal. Tetapi bayarnya Rp. 10.000.000/semester. CMIWW.

Setelah registrasi tersebut, ada kegiatan yang namanya matrikulasi. Matrikulasi ini semacam kegiatan perkenalan antar mahasiswa baru SNMPTN Undangan dengan ITB.


Kegiatannya matrikulasi apa aja sih??

Seinget aku yaa....
1. Dikumpulin di ruang kuliah umum terus dihadiri oleh dosen-dosen penting FTTM (dekan, kaprodi, dll) untuk memberi gambaran besar seperti apa masing-masing jurusan yang ada di FTTM dan beberapa mahasiswa berprestasi Tambang, Minyak, Metalurgi, dan Geofisika baik dari segi akademik maupun dari kegiatan organisasi nya
2. Dikumpulin di aula ITB terus kenalan dengan dosen TM yaitu mbak Nenny Miryani Saptadji (yang ternyata pada tingkat akhir menjadi dosen pembimbing tugas akhir saya hehehe). Beliau hadir disana untuk memberi motivasi kepada kami mahasiswa baru supaya bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi, tidak terjerumus dengan hal-hal negatif, dan bisa lulus tepat waktu
3. Kami diberikan pelatihan 7 habits yang menjelaskan tentang 7 kebiasaan yang harus dimiliki setiap mahasiswa yaitu:
1.       Menjadi proaktif
2.       Mulai dengan tujuan akhir
3.       Dahulukan yang pertama
4.       Think win-win
5.       Berusaha memahami dulu, baru dipahami
6.       Wujudkan sinergi
7.       Asahlah gergaji


Alhamdulillah lumayan bisa dapat sertifikat seperti diatas walaupun sertifikatnya baru jadi setelah saya berada di tingkat 4 ITB :)

4. Kita diajak keliling ITB juga. Seingatku dulu, kami mengunjungi FTTM, Lab Perminyakan, Lab Pertambangan, Lab Metalurgi, Lab Geofisika, Lab Kimia Dasar, Kantin bengkok, perpustakaan pusat ITB, Gedung serba guna ITB.
Kesan selama diajak keliling ITB: Walaupun sudah berusaha keras untuk mengerti, boro-boro hapal kegunaan alat-alat di Lab, wong denah ITB aja masih belum hapal (Maklum mahasiswa baru hehehe)

Berikut adalah denah lama ITB, walaupun sekarang sudah ada bangunan baru dan beberapa bangunan yang dirobohkan, tetapi sebagian besar masih sama ko :)

Oh ya, FTTM berada di Zona F (Bagunan paling kanan atas, biasa disebut juga timur jauh)


(sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com)

5. Mendekati hari terakhir matrikulasi, kami juga diajak jalan-jalan loh ke Museum Geologi dan Goa Jepang dan Belanda. Tapi aku minta maaf, foto saat jalan-jalannya ga ada hiks.. hiksss....



(sumber gambar: www.wisatamuseum.com dan https://ceukkangupi.wordpress.com)

InsyaAllah 5 poin diatas sudah bisa mewakili 17 hari matrikulasi sebelum masuk kuliah di tahun pertama ITB.

Sebenarnya kegiatan matrikulasi menyenangkan, tetapi karna satu dan lain hal sepertinya kegiatan ini sudah tidak ada lagi. Bahkan aku denger hanya untuk mahasiswa bidikmisi saja.

Mahasiswa bidikmisi adalah mahasiswa yang memperoleh bantuan dana untuk kuliah dari pemerintah. Mahasiswa yang boleh mendapat hanya mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mahasiswa ini kemudian di gratiskan biaya pendidikannya selama 4 tahun bahkan pemerintah juga memberikan uang tunjangan bulanan.

So, jangan takut buat masuk ITB dan PTN lainnya ya adik-adik. Asalkan kalian ingin sekolah tinggi, pasti ada jalan untuk bisa bersekolah di perguruan tinggi yang kalian inginkan.

Sekian artikel blog hari ini..

Artikel selanjutnya akan berbicara mengenai kuliah TPB ITB...

SOON YAAA....

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Behind the scene:


Sebenarnya Matrikulasi itu ada tugas tertulisnya, jadi semacam diari gitu apa-apa aja yang dikerjakan selama 17 hari hehehe.

Berhubung detail 5 poin matrikulasi diatas belum ada, nanti kalau ada waktu bakal aku perinci sesuai yang ada di tugas matrikulasi ku dulu ya mentemen