Showing posts with label itb. Show all posts
Showing posts with label itb. Show all posts

Saturday, October 8, 2016

Travelling 02 - Jalan jalan ke Dusun Bambu Lembang

Cerita punya cerita

Sebenernya aku akan bahas pengalaman jalan-jalan aku dan 'eheemm' pacarku Ricky pas kita berdua sengaja datang jauh-jauh ke Lembang demi foto di tempat HIITZZZ hehehe

Ini udah agak lama yaa, maafkan diriku yang masih jadulzzzzz :-(

Jadi, jarak ITB-Dusun Bambu (Lembang) itu kira-kira 19-km an



Aku dan ricky ke dusun bambu naik motor loh.

Setelah pejalanan kira-kira 1 jam-an, tibalah aku dan Ricky di dusun bambu.


(sumber gambar: dusunbambu.com)


Harga tiket masuk perorang nya Rp 15.000 dan buka tiap hari dari mulai jam 10 pagi hingga 10 malam.

Kebetulan waktu itu aku dan ricky kesana siang-siang pas banget baru beres kuliah, jadi pencahayaan untuk berfoto-ria nya bagus sekali hihihi


Setelah membayar tiket masuk, kita para pengunjung menunggu adanya jemputan mobil (mobil bunga-bunga yang ada di belakang foto aku dan ricky) karna ternyata dari tempat tiket masuk ke tempat wisata dusun bambunya sendiri cukup jauh bila kita jalan kaki. Tapi tenang aja, mobil jemputannya gratis ko.


Sesampainya di tempat wisata, aku dan ricky langsung cari spot foto paling hittzzz di Dusun Bambu yaitu sangkar burung raksasa ini.

EITSSSS tenang bu, walaupun bentuknya kaya sangkar burung, tapi yang ngisinya bukan burung ko, melainkan orang-orang yang udah reserve tempat untuk makan disini.

Tapi aku dan ricky ga mesen tempatnya, takutnya mahal sih hehe, maklum mahasiswa...




Buat para pembaca blog ini yang kebetulan jomblo, plis jangan baper ya guyssss. Intinya kalo kalian kesini, enaknya sih bawa sanak famili atau kekasih siihh. Kalo bareng temen (cowo-cowo) sih mendingan ke tempat nongkrong aja. Tapi mungkin kalo temen (ciwi-ciwi) bisa kesini, karna mereka pasti buanyaaakkkk banget sesi foto-fotoannya hehehe.

Oh yaa, bagi kalian para pecinta kuliner, bisa banget cobain makanan disini. Memang sih harganya agak pricey untuk kantong mahasiswa. Tapi sekali-kali boleh lah yaaa...

Sistem peruangan untuk makan disini mayan ribet, kita harus pake deposit. Deposit disini berupa uang mainan kaya monopoli gitu kelipatan 5000. Dan mereka sepertinya sengaja melabeli harga makanannya dengan kelipatan 5000.

Jadi untuk para mahasiswa yang ga mau rugi, pikirkanlah dengan cermat mau beli makanan apa aja yang ujung-ujungnya uang deposit ini bisa habis 100%.


Dan setelah melewati proses pikir-pikir yang sangat panjang, akhirnya kami sepakat beli ini untuk makan siang kami. YAKK!! Nasi Timbel



Tidak lupa kami juga membeli camilan untuk dibawa saat jalan-jalan keliling dusun bambu. Kami membeli 3 buah donat hihi (dasar si ratu gembul sukanya nyemil)


Lalu pada sore harinya kami makan lagiiiii. Kayanya sih dua orang ini memang hobi nya makan yakk.

Aku dan Ricky beli bakmie goreng. YUUMMM






Tetapi kalo ditanya enakan mana nasi timbel atau bakmie nya, mending kalian makan nasi timbelnya aja deh beneran. Bakmie nya agak hambar pas aku beli dulu.

NEXT..

Berikut adalah foto-foto kami sepanjang perjalanan di Dusun Bambu

1. Foto-foto bareng bunga






2. Foto dengan tumbuhan hijau nan indah







3. Foto dengan tempat no.2 paling hitzzz di Dusun Bambu yaitu danau buatan dan penginapannya yang indah







4. Foto tempat yang terakhir yaitu musola nya. Jangan lupa beribadah yaa walaupun lagi seneng-seneng wisata :)


Sekian pos blog artikel kedua tentang travelling aku.

Masih banyak travelling lain yang belum aku pos nih huhu maaf yaaa.

Mohon maaf atas ketidak HD an gambar foto, ini karna camera digital kami kehabisan batre (lupa di charge)

Berikut ada short video tentang aku dan ricky wisata ke dusun bambu lembang!!

ENJOYYY WATCHING



Pesan terakhir dari aku: 'hidup hanya sekali, jangan lupa bahagia'.

With Love,
Alifah Ratu Saelynda


Thursday, October 6, 2016

Beauty 03 - Review Makeup: Foundation untuk Kulit Jerawat (ft. elf Acne Fighting Foundation)

Halooooooo

kayanya udah lama banget ga post tentang beauty yaaa hehehe maaf maaf

NAH kebetulan nih sekarang aku baru beli foundation baru khusus untuk kulit berjerawat, yaitu:

e.l.f STUDIO ACNE FIGHTING FOUNDATION

Aku beli foundation ini kebetulan pas nyobain ke store offline nya makeupuccino di Cisangkuy Bandung.

Jadi makeupuccino ini adalah salah satu online store ternama di IG bagi para makeup junkie kaya aku. Saking udah gedenya si online shop ini, si empunya berinisiatif untuk bikin offline store nya di Bandung. WIIHHHHH aku sih seneng banget dengan hal ini.



Ada good news pasti ada bad news dong yaa..

Bad news nya adalah, harga di offline ini lebih mahal dari online nya. But, dijamin masih lebih murah dari yang dijual di mall-mall sih.

Aku bukan endorse an ko, aku beli ini pake uang ku sendiri, jadi review produk ini juga murni atas dasar pemikiran aku sendiri.

Langsung saja cusss melihat perawakan foundation yang aku beli yaa

Tampak Depan:


Tampak Belakang:


Setelah dibuka dari kotaknya:


Bentuknya tube simple gitu

Berikut dari sisi belakang botolnya:


Aku beli foundation ini seharga Rp 138.000. Harga yang cukup merogoh kocek bagi seorang mahasiswa seperti aku huhu

Tapi aku beli ini bukannya asal-asalan, aku liat good review tentang foundation ini di FemaleDaily.com

Foundie ini mengandung Salicylic Acid yang mengclaim bisa menyembuhkan jerawat sekaligus mengcover nya untuk kegiatan sehari-hari.

Terus terang aku baru pake foundie ini sekitar 2-3 kali sih, jadi belum bisa bicara banyak mengenai penyembuhan akan jerawat-jerawat aku. Tapi yang harus digaris bawahi adalah Foundation ini tidak menyebabkan kulitku breakout setelah menggunakannya 

Hal-hal postitif lain yang aku rasakan setelah menggunakan foundie ini adalah:
  1. Formulanya ringan, sehingga cocok untuk kegiatan sehari-hari (lebih ringan dari La Tulipe yang biasa aku pakai)
  2. Coverage nya medium to full. Tapi memang ga se full La Tulipe yang biasa aku pakai
  3. Oil control lumayan bagus bisa sampai 6 jam
  4. Aplikasi pakai jari memudahkan dalam blending si foundie ini
  5. Waterproof
Hal negatif yang aku temukan di foundie ini:
  1. Formula foundie ini cepat oxidize (semakin lama digunakan akan semakin menghitam / tambah coklat)
  2. Harga di online shop 2x harga jual e.l.f di luar negeri (padahal harga aslinya  setara dengan foundation lokal yaitu $6)
  3. Shade yang dijual di indo tidak sebanyak shade yang ada di luar negeri (shade yang aku pakai sekarang adalah Beige)
Kesimpulan:
Foundation ini insyaAllah akan aku habiskan. Akan aku pakai dalam kegiatan sehari-hari.

Apakah akan repurchase?
Belum kepikiran sih. Kalau kebukti bisa menyembuhkan jerawat mah pasti beli lagi! :-)

Berikut DEMO menggunakan foundation elf acne fighting foundation

SEBELUM :



SETELAH (aplikasi menggunakan jari tangan) :


Dengan full makeup maka akan menjadi seperti berikut



Setelah 3 jam pemakaian




Setelah 6-7 jam pemakaian






Dari hasil pemakaian dapat dilihat dengan jelas bahwa semakin lama digunakan coverage nya makin berkurang namun foundation tetap ada di muka (tidak bubar jalan) dan semakin lama juga semakin coklat warna foundationnya (bukti bahwa foundie ini oxidize).

Untuk deep review nya tonton video aku berikut ini: 





Walaunpun aku suka menggunakan foundie elf acne fighting foundation ini, juaraku masih tetap foundation perfect foundation dari La Tulipe dari sisi coverage jerawatnya sih


Tonton juga tutorial makeup jerawat yang menggunakan La Tulipe berikut ini:





Sekian post blog hari ini, SALAM CANTIK! 

Tuesday, October 4, 2016

ITB Part 5 - Kehidupan setelah penjurusan ke Teknik Perminyakan ITB | Semester 3

Semester 3 di ITB itu menurutku adalah awal mula kita merasakan benar-benar menjadi mahasiswa ITB.

Tidak seperti mahasiswa TPB yang sehari-hari mirip sekolah SMA, dalam artian hanya belajar matematika, kimia, fisika, olahraga, b,indo, b,inggris, komputer, dll, kehidupan penjurusan ini bakal merubah 100% kehidupan kita.

Pada awal mula keterima ITB sebagai mahasiswa TPB, tentu pada awalnya kita akan beradaptasi untuk membiasakan diri belajar di ITB dan mencoba mendapat teman selama 1 tahun. Yang saya rasakan, mendekati penjuruan, semakin nyaman diri saya dengan teman-teman di TPB. Intinya TPB sudah menjadi 'comfort zone' saya. Saya merasa apabila sampai lulus kehidupan pertemanan dan perkuliahan saya seperti di TPB maka insyaAllah kuliah di ITB akan saya lalui dengan baik dan bahagia.

Ternyata, pada kenyataannya, di akhir masa TPB, teman-teman dekat kita belum tentu ingin melanjutkan studi di FTTM dengan jurusan yang sama. Hal ini dikarenakan cita-cita masing-masing individu yang berbeda-beda. Dari geng ku, hanya aku yang kekeuh ingin masuk Teknik Perminyakan, temanku Atin dan Zia ingin masuk Teknik Geofisika, temanku Dani dan Wiji ingin masuk Teknik Pertambangan, dan temanku Riri ingin masuk Teknik Metalurgi.

Walhasil, hasil penjurusan menunjukkan bahwa kami diterima masuk di jurusan yang kami inginkan, tidak ada yang terlempar/hal yang tidak diinginkan lainnya.

Alhamdulillah ya pasti dong ya, orang kita keterima di jurusan yang kita inginin dari awal masuk ITB.

Masalahnya adalah...

Di penjurusan ini kita akan mulai adaptasi kedua di ITB. Adaptasi ini berguna bagi kita kurang lebih 3 tahun kedepan hingga kita lulus dari S1 ITB.

Aku jujur aja masuk Teknik Perminyakan tuh ga punya temen deket, temen kenal biasa sih ada, tapi itu aja ga cukup bro.

Perempuan di Teknik Perminyakan angkatan 2012 itu hanya 13 dari 102 mahasiswa yang diterima. Kata orang-orang sih pasti deket lah sama cewe-cewe disini, orang cuma sedikit, pasti saling bersahabat satu sama lain.

Namun kenyataannya tidak demikian

Aku jujur kesusahan untuk berteman dengan perempuan disini. Aku dari masa TPB gatau kenapa lebih nyambung berteman dengan cewe-cewe dari tanah Jawa. Di Teknik Minyak ini rata-rata cewenya berasal dari daerah Jakarta dan Bekasi. Jadi ya dari cara bermain, bercanda, dan bergosip kami berbeda.

Apa masalah jurusan cuma itu saja? masalah pertemanan?

TIDAK

Masih ada yang lain yaitu masalah pelajaran


Pelajaran jurusan itu sangat sangat sangat sangat berbeda dengan penajaran TPB yang walaupun lebih sulit dari SMA tetap bisa kita terka-terka tujuan akhirnya bakal seperti apa.

Di jurusan, terutama jurusan Teknik Perminyakan, aku yakin 100% mahasiswa semester 3 ini belum tau seperti apa materi yang bakal mereka pelajari.

Yuk dibahas aja materinya:

1. Materi dasar Teknik Perminyakan yang kode depannya TMxxxx seperti Fluida Reservoir dan Petrofisika. 
Mata kuliah dasar TM ini benar-benar harus kalian pelajari dengan baik untuk bekal di tahun ketiga dan tahun keempat, juga bagi kalian yang minat mengikuti Smart Competition (Seperti lomba cerdas cermat gitu, tapi tentang teknik perminyakan). Mata kuliah ini mengandung praktikum di dalamnya, praktikum dilakukan seminggu sekali, namun cukup menguras waktu dan tenaga pada saat mempersiapkan Tugas Pendahuluan, Tes Awal (15 menit sebelum masuk), dan Laporan praktikum.
Jika kalian tidak lulus praktikum, maka otomatis kalian tidak akan lulus pada mata kuliah ini. Serta, Tes Pendahuluan, Tes Awal, dan Laporan Praktikum harus kalian selesaikan dan dinyatakan lulus (untuk Tes Awal) sebaik mungkin jika kalian ingin dinyatakan ikut praktikum.
Sebenernya pelajarannya asik, praktikum juga asik, cuma embel-embel praktikumnya itu yang agak menyebalkan bagi mahasiswa baru.
Dulu sih kalo ga lulus tes awal bakal disuruh ngulang minggu depan (which is jadi useless kita datang praktikum pada minggu ini, dan kita jadi lebih lambat dari teman-teman yang lain), namun sekarang sudah diganti jadi dikasih tugas yang lebih banyak pada bagian laporan bagi orang-orang yang Tes Awalnya mendapat nilai kecil.
Senangnya menjadi angkatan-angkatan TM yang sekarang ini.

2. Mata kuliah yang mendukurng mata kuliah Teknik Perminyakan dari pejaran Teknik Kimia (yang kodenya TKxxxx) dan Teknik Geologi (yang kodenya GLxxxx)
Ini lumayan cukup penting loh, untuk memahami pelajaran TM di tingkat 3 dan 4. Seperti yang dari Teknik Kimia yaitu pelajaran Termodinamika dan Pengantar Peristiwa Perpindahan (include mekanika fluida di dalamnya) pelajaran ini berguna jika sudah masuk-masuk ngomongin perpindahan fluida oil/gas dari reservoir ke sumur hingga ke permukaan atau dalam kata lain proses produksi oil/gas.
Nah kalau yang dari Geologi seperti Geologi Fisik (aka Geologi Dasar yang include praktikum di dalamnya) dan juga mata kuliah Sedimentologi dan Stratigragi yang include praktikum Lab sedimen juga di dalamnya, pelajaran ini berguna bagi kita untuk mengenal Geologi minyak/gas secara garis besar (tidak sedetail geologi memang, tapi at least kita ga akan bego banget jika diajak ngobrol sama orang geologi mengenai batuan sekitar lapangan minyak kita).
Praktikum Geologi ini terkenal rese banget karna tugas nya yang banyak (inget tugasnya! praktikumnya sebenernya ga susah karna cuma berisi pengenalan dan cara pengerjaan tugas yang harus dikumpulin minggu depannya aja huhuhu).
Oh ya, anak Teknik Perminyakan biasa tergolong agak gabisa Geologi loh guys, gatau kenapa terkenal seperti ini. Logika kita jarang nyambung dengan logika geologi hehehe.

3. Mata kuliah lain pendukung seperti dari Matematika (MAxxxx), Elektro (ELxxxx), Informatika (IFxxxx), dan Teknik Mesin (MSxxxx)
Sebenarnya bagus untuk dipelajari, seperti matematika statistik untuk olah data, matematika numerik untuk bikin logika perhitungan di komputer, teknik mesin untuk mekanika dalam pelajaran pemboran, teknik informatika untuk belajar buat software pake bahasa C/C++, dan Elektro untuk bikin model-model rangkaian elektro gitu.
Pelajaran ini bukannya ga baik, bagus banget sebenarnya bagi yang berminat dan punya skill disini, tetapi menurut pendapatku pribadi, pelajaran poin 3 tidak sepenting pelajaran poin 1 dan 2 yang mewajibkan anak Teknik Perminyakan untuk mengerti banget disini.
Oh ya di pelajaran Statistik, Numerik dan Informatika ada praktikumnya juga seminggu sekali loh.

Lumayan berat kan??

Menurutku sih berat banget!!

Karna apa?

1. Karna aku ga punya teman deket untuk tempat belajar dan sharing info
2. Karna pelajarannya baru-baru dan rata-rata ada praktikumnya (sumpah waktu weekend aja bisa penuh buat ngerjain PR dan laporan-laporan)
3. Karna ada Osjur juga pada semester 3 ini. Bayangin aja, osjur kan ga nentu kapan dipanggil abang/kaka nya untuk kumpul. Pas kumpul itu pasti ada spek yang harus dibawa, naahhh aku yang rumahnya jauh ini jadi korban buat bawa spek dari pagi kuliah hingga malam osjur. Cape punggung adek ini bang :-(
4. Ini penting ga penting sih. Di jurusan udah ga ada deh yang namanya bimbel-bimbel. Jadi kudu, wajib, harus mencoba belajar sendiri. Untuk ukuran anak kaya aku yang biasa nunggu diajarin, belajar pake slide atau cukup pake buku catetan sendiri aja, dijamin di jurusan ga akan bisa survive kalo masih manja begini.



Di semester 3 ini, IP ku turun. Dari turun-temurun memang mayoritas pasti turun sih di semester 3 ini karna memang medan kuliahnya yang berat banget!

Ya masalah adaptasi teman baru, adaptasi pelajaran, osjur, praktikum+tugasnya yang seabreg. 

Belum lagi yang rumahnya jauh kaya aku, harus bawa barang-barang osjur dari pagi kuliah, terus diem di ITB hingga nungguin malam tiba, karna osjur biasanya malam. Pulang ke ujungberung baru jam 9 atau 10 malam. Kadang aku dijemput ayah, karna juga memberanikan pakai motor sendiri. 

Memang harusnya ada teman cowo seangkatan yang nganterin pulang kerumah, tapi aku sungkan kalo minta terus, jadi ya hanya sekali dua kali mereka nganter kerumah. Kasian mereka juga yang nganter aku pasti cape kan yaa.

Kalo kalian introvert, ga terlalu pinter-pinter amat kaya aku, dan ga terlalu passion tentang dunia perminyakan juga kaya aku. Semester 3 ini akan berat banget guys...

1. Jujur aku nangis tentang pelajaran-pelajaran yang aku ga ngerti kalo belajar sendiri, aku takut banget kalo ngulang. (FYI mata kuliah yang sering banyak yang ga lulus itu yang dari Teknik Kimia)
2. Jujur aku ga betah sama rentetan acara Osjur. Bagusnya Osjur itu buat ngelatih dekat dengan teman seangkatannya. Namun bagiku, aku tipe orang yang ga supel, untuk hidupku, aku hanya butuh beberapa teman saja asalkan benar-benar loyal satu dan yang lainnya. Ini yang jelek sih menurut aku, ini awal mula kenapa aku ga nyaman sama temen-temen TM hingga pada saat ini aku cuma deket sama geng kecil aku aja.
But, poin 2 ini udah aku lupakan sejak aku ikut kegiatan lain diluar ITB, menemui orang-orang baru selain mahasiswa Teknik Perminyakan. Aku merasa 'alive' lagi menjadi manusia yang dianggap 'ada' mungkin saat aku berada di akhir semester 5 hingga semester 8 (I will tell you on my next article) :)
3. Jujur semester 3 ini ga balance banget hidupnya. Semua serba hectic hingga akhir semester. Hal ini gabungan dari tugas, osjur, kuliah, ga punya temen, dll.

Dari poin diatas, aku rasanya udah muak sama TM. Aku ngerasa disini bukan tempatku. Tapi kalo aku mau ngulang SNMPTN lagi, bagaimana dengan semua uang yang sudah dikeluarkan orang tua aku? Mereka bukan orang kaya, mereka banting tulang untuk mendapatkan uang.

Jadi, pada akhir semester 3, setelah osjur selesai, teman sudah dapat beberapa tapi memang blm dekat banget, sudah tau sedikit dan mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan TM, akhirnya, aku sampai pada kesimpulan "yang penting terus bertahan disini untuk bikin ayah-ibu bangga, gapapa gausah jadi anak menonjol, tetapi aku harus bisa lulus".

Sekian pos blog dari aku hari ini.

Semoga membantu kalian.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya yang akan mulai bercerita tentang bangkitnya diriku dari masa terpuruk bersekolah di TM ITB.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------